Jumat, 01 Februari 2013

Quantum Writer

Resensi Buku Quantum Writer


1345176628436003041
Dokumentasi Pribadi
“Buku ini akan menjadikanmu manusia-kuantum. Bacalah dan praktikkanlah” (Hernowo, Penulis buku Quantum Writing dan Quantum Reading)
Buku Karya Bobbi de Porter ini adalah sebuah bocoran, cara menulis Quantum.  Sebuah panduan singkat tetapi sarat tentang cara menulis. Sebuah buku panduan menulis yang layak untuk dimiliki. Singkat, padat jelas dan mudah dipraktikkan.
Mengungkapkan gagasan terbaikmu dalam tulisanmu adalah pengalaman terhebat. Buku ini akan membantumu menghasilkan tulisan dengan menggunakan empat langkah sistem PAK! Pusatkan Pikiran, Atur, Karang, Hebat! (Bobbi de Porter)
Bab Satu, Pusatkan Pikiran
Kita seringkali mengalami kesulitan memulai dalam menulis. Selalu ada perasaan “Takut tulisan dianggap jelek”. Untuk mengatasi itu, kita bisa memusatkan pikiran kita dengan tiga cara. Gugus, LKG (Lihat, katakan, gambarkan)  dan Tulis cepat.
Gugus
Membuat gugus sama seperti membuat peta pikiran. Menuliskan satu kata di tengah, lalu mencari asosiasi yang mendekati ide tersebut. Dari ide tersebut, kita bisa mengambil asosiasi mana yang lebih tepat, mana ide yang akan kita masukkan ke dalam tulisan, mana yang tidak.
Gambar gugus.
1345176751693218845
Gambar sendiri
Lihat, Katakan, Gambarkan
Menurut Bobbi de Porter, seorang penulis yang baik adalah juga pengamat yang baik. Dari kelebihan itu, kita bisa mengamati apapun, dan menjadikanya sebuah ide tulisan.
Lihat, misalnya kita melihat layar laptop kita yang kosong tanpa ada tulisan apapun.  Kita bisa berimanjinasi  dan membayangkan layar ini akan terisi dengan gambar apapun. Semakin liar imajinasi, semakin baik.
Katakan, kita bisa mengatakan begini tentang layar laptop yang kosong.
“Ah, kenapa layar ini putih. Kenapa enggak berwarna polkadot. Bosan juga melihat layar berwarna putih seperti ini. Enggak asyik. Atau kalau enggak polkadot, warna pelangi deh. Kayaknya kalau putih terus, jadi membosankan.”
Setelah kita mengatakan, kita bisa menggambar layar itu seperti yang kita deskripsikan. Penggambaran akan membuat deskripsi kita semakin nyata.
Tulis cepat
Kita bisa menuliskan ide apapun yang terlntas di kepala kita. Apapun itu. Atau dengan cara lain, kita melihat peta pikiran yang telah kita buat, menimbang peringkat setiap ide, lalu mencoret ide yang tidak berhubungan dengan ide utama.
13451768571471939130
Gambar sendiri lagi
Bab dua,  Atur
Buku ini memuat dua tips dalam mengatur gagasan. Setelah mencurahkannya dalam ketiga cara di atas.
Cara pertama, peta pikiran. Ini mirip seperti gugus di bab satu. Caranya menulis satu ide utama di tengah lalu menuliskan asosiasi atau apapun yang berhubungan dengan ide tersebut. Dengan    membuat peta pikiran, ide akan lebih teratur dan terstruktur.
Cara kedua, Kerangka. Ini mirip pelajaran mengarang di sekolah dulu, kita menuliskan bagian utama di barisan atas dan menuliskan gagasan penjelasnya di bagian bawah, hingga mencapai kesimpulan.
Langkah-langkahnya, pertama menulis ide utama, detail, contoh. Lalu kesimpulan. Detail bisa lebih dari satu,begitu contoh yang memperkuat detailnya.
Contoh dari buku ini,
Ide utama : berbagi  file lewat internet memperbaiki industri musik
Detail : memperkaya pilihan. Membantu band-ban tak terkenal mencapai pendengar
Contoh : Justing King, Zamboni, unduh gratis di myspace.com
Kesimpulan : memungkinkan kontribusi di dunia musik.
Transisi : memberdayakan pembuatan musik.
Bab tiga, Karang
Setelah mencurahkan ide dan mengatur, kini saatnya kita mulai mengarang!  Ada dua cara dalam mengarang, strategi target dan draf.
Target (Time, Audience, Reason, Goal, Excitement, Tone)
  • Time, buat batasan waktu dalam menulis. Misalnya menulis selama 40 menit dan istirahat 20 menit.
  • Audience, memutuskan siapa yang akan kita ajak bicara. Tulisan kita ditujukan untuk siapa?
  • Reason, apa manfaat dari tulisan kita?
  • Goal (tujuan),tujuan yang ingin kita capai dengan tulisan kita.
  • Excitement (semangat), tanyakan pada diri kita, “Apa yang membuatku bersemangat mengerjakan ini?”
  • Tone (nada), perjelas perasaan yang ingin kita timbulkan dalam diri pembaca.
Draf
Setelah memfokuskan tulisan dengan strategi target, kita siap menuliskan draf dan menambahkan beberapa perbaikan.  Lima cara memoles draf
1.Bahasa yang terkesan alami- seperti cara berbicara
Contoh dari buku:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah besar siswa di AS kesulitan meraih prestasi akademis             karena mereka kurang menguasai keterampilan dasar membaca. (kalimat panjang dan melelahkan)
Dengan bahasa alami :
Penelitan menyebutkan banyak siswa AS akan berprestasi lebih baik di sekolah jika mereka menguasai   keterampilan dasar membaca. (lebih ringkas dan enak dibaca)
2.Suara aktif – buatlah tokoh dalam tulisan mewujudkan sesuatu
Contoh dari buku :
Pasif : Gitar itu dimainkan oleh penyanyi utama
Aktif : Penyanyi utama memainkan gitar.
3.Kata kerja aktif kuat – kata kerja aktif akan menghidupkan tulisan
Contoh dari buku :
Selama berabad-abad, puisi Rumi menyihirdunia.
Selama berabad-abad, puisi Rumi membuat dunia
(mana yang lebih asyik?)
4.Bahasa spesifik –tambahkan sentuhan personal dengan detail seperti nama dan angka.
Alih-alih menyebutkan “kekayaan sedikit” lebih kuat kalau kita menyebutkan “satu juta dollar”
5.Jelas, singkat dan sederhana. Lebih enak membaca kalimat sederhana, daripada yang berbelit-belit.
Bab 4, Hebat
Tahap terakhir ini terbagi menjadi dua, Hebat kreatif dan hebat kritik.
Empat Teknik, Hebat Kreatif
1.Menunjukkan, bukan memberi tahu.
Memberi tahu :  Pagi ini begitu cerah
Menunjukkan : Matahari telah bangkit dari tidurnya, sinar-sinarnya masuk ke dalam rongga-rongga kayu kusen kamarku. Terasa hangat dan menerangi.
2.Ge La : bayangkan semua bergerak secara lamban.
Tangan itu perlahan mengangkat sepotong roti, memasukkannya, lidah-lidah itu mengoyaknya bersama enzim-enzim, lalu Plas. Tertelanlah.
3.UPAK : Ungkapkan, pengejawantahan, aliterasi, kiasan.
Ungkapan : Negara ini berjalan bak negeri autopilot.
Aliterasi : Kuku Kaki kakak kaku.
Kiasan : Dunia adalah panggung sandiwara
4.Ganti Klise : tuliskan kata-katamu sendiri. Jangan lebay.
Contoh : Aku merasa seringan bulu usai lomba
Aku tak merasa lelah usai lomba.  (mana yang lebih lebay?)
Hebat Kritik
Tiga teknik hebat kritik
1.Baca dengan nyaring, dengan membaca nyaring kita akan mudah meneukan kekeliruan dan mengoptimalkan pemakaian kata dari yang kita tuliskan.
2.Renungkan
3.Tukar dengan teman, menukar karya dengan teman adalah salah satu cara memecahkan masalah menulis, masalah menolak untuk dikritik.
Semoga bermanfaat

Imajinasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar